Nyamuk

Posted: Juli 2, 2011 in Kesehatan

Nyamuk adalah serangga tergolong masuk dalam golongan famili Culicidae. Nyamuk memiliki sepasang sayap, halteres, tubuh yang langsing, dan dilengkapi dengan kaki yang panjang.

Nyamuk betina merupakan binatang penghisap darah penyebar penyakit seperti malaria yang telah membunuh berjuta-juta orang.

Spesies nyamuk di dunia diperkirakan 2.700 spesies yang tersebar di seluruh dunia. Sebagai serangga, nyamuk dapat terbang 1,6 sampai 2,4 km/jam.

Nyamuk jantan dan nyamuk betina untuk hidup membutuhkan makanan, mereka memakan nektar tumbuh tumbuhan (kandungan gula komplek yang terdiri dari 80% air). Nyamuk betina memerlukan protein untuk pembentukan telur, untuk itu nyamuk betina membutuhkan darah yang mengandung protein.

Bagian-bagian (anatomi) nyamuk

Dengan berat sekitar 12 mg dan panjang 16 mm, tubuh nyamuk terdiri dari tiga bagian utama yaitu Kepala (Head), Thorax, dan Abdomen.

Bagian kepala terdiri dari (lihat gambar 1) 22.Compound eye (22), arista (23), antenna (24), maxilary palps (25), labium (26), labellum (27), Pseudotracheae (28).

Bagian torak terdiri dari (lihat gambar 1) . Prescutum (1), anterior spiracle (2), scutum (3), basicosta (4), calypters (5), scutellum (6), wing vein (7), wing (8), haltere (10), posterior spiracle (11), femur (12), tibia (13), spur (14), tarsus (15), propleuron (16), prosternum (17), mesopleuron (18), mesosternum (19), metapleuron (20), metasternum (21).

Bagian abdomen terdiri dari (lihat gambar 1) abdominal segment (9).

Siklus hidup nyamuk

Siklus hidup nyamuk dimulai dari telur, larva, pupa, dan nyamuk dewasa yang memakan waktu sekitar satu bulan. Setelah nyamuk betina menghisap darah, ia akan bertelur sekitar 40 sampai 400 telus diatas air yang tergenang atau yang mengalir pelan.

Seminggu kemudian telur berubah menjadi larva. Larva memakan organik yang mengambang diatas air dan bernapas dengan kantong-kantong nya yang di sembulkan diatas permukaan air. Selama pertumbuhannya larva berganti kulit sebanyak empat kali, bentuk yang ke empat di sebut pupa.

Pupa hidup di dekat permukaan air dan bernafas dengan tabung yang mirip klason (siphons) pada punggunnya. Pupa tidak makan, dan nyamuk dewasapun lahir dari pupa ini.

Nyamuk merupakan binatang yang sangat dibenci manusia. Berbagai cara pun ditempuh untuk mengusir nyamuk bahkan dibunuh dengan berbagai cara. Meski demikian nyamuk tak pernah putus asa untuk mengganggu manusia seperti juga syetan yang tak pernah puas dan terus menerus mengganggu manusia. Tetapi yang lebih menyebalkan, nyamuk menjadi perantara berbagai macam penyakit yang dapat menyebabkan kematian bagi manusia. Kita harus sadar bahwa banyaknya nyamuk di sekitar kita sangat tergantung dari perilaku kita menjaga kesehatan sehari-hari. Oleh karena itu agar kita dapat menjaga dari serbuan nyamuk, alangkah lebih baiknya kalau kita mengenal daur hidup nyamuk serta bagaimana tempat-tempat yang menjadi favorit nyamuk untuk tinggal.

 Daur Hidup Nyamuk
Semua serangga termasuk nyamuk dalam daur hidupnya memiliki tingkatan-tingkatan tertentu yang kadang-kadang tingkatan itu satu dengan yang lainnya sangat berbeda. Semua nyamuk mengalami metamorfosa sempurna (holometabola) mulai dari telur menjadi jentik kemudian menjadi kepompong dan akhirnya menjadi dewasa. Jentik dan pupa hidup di air sedangkan dewasa hidup di darat. Dengan demikian nyamuk dikenal memiliki 2 macam alam kehidupan, yaitu kehidupan di dalam air dan kehidupan di luar air (darat/udara).
  Nyamuk termasuk serangga yang melangsungkan siklus kehidupan di air. Kelangsungan hidup nyamuk akan terputus apabila tidak ada air. Nyamuk dewasa akan meletakkan telurnya dipermukaan air. Nyamuk mengeluarkan telur sebanyak +100-300 butir sekali bertelur dan besarnya telur sekitar 5 mm. Setelah 1-2 hari telur itu menetas menjadi jentik yang sangat halus seperti jarum. Selama periode jentik dalam pertumbuhannya akan berganti kulit selama 4 kali. Waktu yang diperlukan untuk pertumbuhan jentik menjadi kepompong sekitar 8-10 hari tergantung suhu, makanan dan spesies nyamuk. Setelah 8-10 hari maka jentik itu akan berubah menjadi kepompong (pupa).
 Kepompong merupakan tingkatan (stadium) istirahat dan tidak makan. Pada stadium ini terjadi proses pembentukan alat-alat tubuh nyamuk dewasa seperti alat kelamin, sayap, dan kaki. Tingkatan ini memerlukan waktu 1-2 hari. Setelah cukup waktu, kepompong akan berubah menjadi nyamuk dewasa yang telah dapat dibedakan antara jantan dan betina dari alat kelaminnya.
 Nyamuk yang baru keluar akan terbang dan mencari darah untuk makanannya. Umur nyamuk relatif pendek dimana nyamuk jantan umummnya berumur kurang dari seminggu, sedangkan nyamuk betina umurnya lebih panjang sekitar rata-rata 1-2 bulan. Nyamuk jantan akan terbang di sekitar tempat perindukannya dan makan cairan tumbuhan yang ada disekitarnya. Nyamuk betina hanya kawin satu kali untuk seumur hidupnya. Perkawinan biasanya terjadi 24-48 jam setelah keluar dari kepompong. Makanan nyamuk betina yaitu darah, yang dibutuhkan untuk pertumbuhan telurnya.
 Tempat Perindukan Nyamuk
 Tempat perindukan nyamuk Anopheles adalah genangan air, baik air tawar maupun air payau, tergantung dari jenis nyamuknya. Air tidak boleh tercemar atau terpolusi dan harus selalu berhubungan dengan tanah. Tempat perindukan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kadar garam, kejernihan dan flora. Tempat perindukan vektor di air payau terdapat di muara-muara sungai yang tertutup hubungannya ke laut dan rawa-rawa. Sedangkan tempat perindukan di air tawar berupa sawah, mata air, terusan, kanal, genangan di tepi sungai, bekas jejak kaki, roda kendaraan, dan bekas lobang galian.

Secara umum dalam kehidupannya, nyamuk selalu memerlukan 3 tempat yaitu;

1.Tempat untuk berkembang biak (Breeding Places)

 Stadia telur, jentik, dan kepompong berada dalam air dan tempat yang mengandung air tersebut dinamakan “Breeding Places”. Breeding places Anopheles sangat bervariasi tergantung spesies Anopheles yang bersangkutan.

2. Tempat mendapatkan umpan (fleeding places)

 Berdasarkan kesenangan mendapatkan darah, dikenal 2 golongan nyamuk yaitu nyamuk yang senang mencari darah manusia dan yang senang mencari darah binatang. Kebanyakan nyamuk di Indonesia mempunyai sifat tidak mutlak, artinya meskipun nyamuk tersebut bersifat senang menggigit binatang tetapi bila tidak ada binatang nyamuk tersebut akan menggigit manusia juga.

3. Tempat untuk istirahat (resting places)

 Setiap nyamuk betina menggigit orang/binatang sehingga perutnya penuh darah, nyamuk tersebut akan pergi ke resting places. Nyamuk akan beristirahat di resting places selama 2–3 hari untuk iklim Indonesia. Tempat istirahat nyamuk dapat bersifat di dalam rumah/bangunan lain atau di luar rumah/bangunan lain. Resting places di alam dapat berupa alamiah seperti gua-gua, tebing–tebing sungai atau parit dan semak– semak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s