Membuat Server Sendiri

Posted: Juli 3, 2011 in tip and trik

Seorang teman dalam sebuah mailinglist menanyakan kepada teman-temannya tentang apa saja yang harus diperhatikan jika membuat server publik sendiri.

Di bawah ini jawaban saya, ini hanya jawaban singkat saja sesuai pengetahuan yang saya dapat.

Menurut saya,

Sebelum bicara mengenai ini pertanyaanya juga harus dijelaskan dulu ini untuk serius atau sekedar coba-coba, Serius dan coba-coba membutuhkan uang yang sangat jauh beda,

Ada 2 kategori yang harus diperhatikan
1. Secara fisik
2. Secara software / konfigurasi

Fisik

  1. pastikan punya koneksi yang bagus, mohon diperhatikan uploadnya juga bagus, sebaiknya menggunakan layanan ISP leasedline/dedicated. Ini dikarenakan web server nanti akan banyak didownload, jadi harus punya benwit yang cukup untuk upload. Memakai speedy sangat tidak disarankan kecuali menggunakan beberapa line + inbound load balancing service nantinya. Kalau sekedar coba-coba ya bisa aja memakai speedy, tapi kalau untuk web serius harus pakai leasedline.
  2. Harus menggunakan 2 hardisk untuk mirroring atau beli hardware RAID  kenapa? bayangkan kalau web server menangani proyek serius semacam “menerima data customer” atau lebih parahnya nanti digunakan untuk “transaksi” atau misalnya untuk digunakan affiliate sistem. Kerusakan hardisk akan menghancurkan bisnis.
  3. Pendingin server juga sangat penting

Konfigurasi dan Software

  1. Jika tidak membeli hardware RAID maka menggunakan raid software, ini biasanya sudah ada dalam OS misal ubuntu ataupun Centos, mau RAID0 atau RAID1 saya rasa silahkan saja, yang penting mirroring jalan (sekali lagi ini hanya buat web server yang serius)
  2. Sistem operasi disarankan memakai CentOS, supaya kalau googling mengenai konfigurasi server mudah
  3. software baiknya menggukana CPANEL (berbayar) kembali, supaya kalau tanya-tanya mudah, kalau mau yang gratis silakan menggunakan free hosting manager http://www.fhm-script.com/index.php
  4. Disarankan menggunakan IP statik, dan rata2 kalau memakai leasedline pasti statik, kalau mau menggunakan dns server sendiri saya rasa HARUS ip statik, tapi kalau sekedar web server masih banyak solusi walau menggunakan ip dinamik, misalnya menggunakan layanan NO-IP
  5. Jika koneksi internet yang dimiliki si calon server tersebut di belakang router maka di router silakan dikonfigurasikan demilitary zone (DMZ) untuk mempermudah, atau kalau mau lebih aman dan lebih teliti bisa menggunakan PORT FORWARDING misalnya port 80 untuk web server.

Ok kira-kira itu dulu dari saya, nanti teman-teman yang lain pasti akan mengurangi atau menambahkannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s