Mengenal ARM Cortex­M0

Posted: Juli 4, 2011 in MikroController

Sejarah Singkat ARM Mikroprosesor
ARM adalah prosesor dengan arsitektur set instruksi 32­bit RISC (Reduced Instruction Set Computer) yang dikembangkan oleh ARM Holdings. ARM merupakan singkatan dari Advanced RISC Machine (sebelumnya lebih dikenal dengan kepanjangan Acorn RISC Machine). Pada awalnya ARM prosesor dikembangkan untuk PC (Personal Computer) oleh Acorn Computers, sebelum dominasi Intel x86 prosesor­ Microsoft di IBM PC kompatibel menyebabkan Acorn Computers bangkrut.

Setelah Acorn Computers bangkrut, Apple Computers (sekarang Apple Inc) dan VLSI Technology Inc membeli kekayaan intelektual Acorn Computer, dan mendirikan ARM Ltd. ARM Ltd kemudian melanjutkan proyek Acorn Computer untuk mengembangkan prosesor 32­bit dengan arsitektur RISC yang sederhana dan hemat energi.

Prosesor yang dikembangkan ARM Ltd ternyata tidak diminati oleh kalangan produsen PC, dengan alasan tidak kompatibel dengan arsitektur Intel x86. ARM Ltd kemudian memutuskan untuk tidak memproduksi ARM prosesor, tetapi melisensikan desain prosesor tersebut untuk digabungkan dengan ASIC (Application Specific IC) yang membutuhkan kontroler embedded (contoh: kontroler printer, kontroler mesin cuci, kontroler video dekoder, kontroler ethernet hub/router, dan sebagainya).

Saat ini, selain digunakan untuk ASIC, ARM prosesor juga diproduksi oleh berbagai perusahaan semikonduktor sebagai mikroprosesor terpisah (sebelumnya ARM prosesor selalu di­embeddedkan dengan ASIC) maupun mikrokontroler (dengan pengurangan berbagai fitur yang diperlukan mikroprosesor).

Perusahaan yang dulu ataupun saat ini menggunakan lisensi ARM prosesor meliputi Alcatel­Lucent, Apple Inc., Atmel, Broadcom, Cirrus Logic, Digital Equipment Corporation (DEC), Freescale, Intel (melalui akuisisi DEC), LG, Marvell Technology Group, Microsoft, NEC, Nuvoton, Nvidia, NXP (dulu Philips), Oki, Qualcomm, Samsung, Sharp, STMicroelectronics, Symbios Logic, Texas Instruments, VLSI Technology, Yamaha and ZiiLABS.
Berbagai macam kontroler berbasis ARM yang terkenal meliputi DEC StrongARM (digunakan Intel untuk prosesor PDA), Marvell Xscale (desain Xscale dibeli Marvell dari Intel), Nintendo (untuk prosesor Gameboy, DSi, dan 3DS), Nvidia Tegra, ST­Ericsson Nomadik, Qualcomm Snapdragon, Texas Instruments OMAP product line, Samsung Hummingbird and Apple A4.

Keluarga ARM Mikroprosesor
Keluarga ARM MikroprosesorARM mempunyai beberapa keluarga untuk menjangkau berbagai aplikasi.

ARM Klasik (Classic ARM Processors)
ARM klasik adalah keluarga ARM prosesor yang pertama kali dirilis oleh ARM Ltd (sekarang ARM Holdings). Prosesor ARM klasik ideal untuk pengguna yang ingin menggunakan teknologi telah teruji di pasar. Prosesor­prosesor ini telah digunakan untuk berbagai macam produk elektronik selama bertahun­-tahun. Desainer produk elektronik yang memilih prosesor­prosesor ini dijamin mempunyai dukungan ekosistem dan sumber daya yang luas, tingkat kesulitan integrasi yang minimum, dan menurunkan waktu desain.

ARM Cortex Prosesor Embedded (ARM Cortex Embedded Processors)
Prosesor­prosesor di keluarga seri Cortex­M telah dikembangkan khusus untuk domain mikrokontroler, dimana permintaan untuk kecepatan, determinasi waktu proses, dan manajemen interrupt bersama dengan jumlah gate silikon minimum (luas silikon yang minimum menentukan harga akhir prosesor) dan konsumsi daya yang minimum sangat diminati. Contoh aplikasi prosesor Cortex­M adalah mikrokontroller dan sensor cerdas.
Prosesor­-prosesor di keluarga seri Cortex­R, sebaliknya, dikembangkan khusus untuk keperluan real­time yang mendalam, dimana kebutuhan konsumsi daya minimum dan sifat interrupt yang terprediksi diimbangi dengan performa yang luar biasa dan kompatibilitas yang kuat dengan platform yang telah ada. Contoh aplikasi prosesor Cortex­R adalah ABS (Automotive Braking Systems), kontroler elektronik roda gigi, hidrolik, dan mesin otomotif.

ARM Cortex Prosesor Aplikasi (ARM Cortex Application Processors)
Prosesor­prosesor di keluarga prosesor aplikasi dikembangkan untuk aplikasi yang membutuhkan daya komputasi yang tinggi (frekuensi prosesing rata­rata 2GHz), seperti netbook, mobile internet devices, smartphone, dan lain-­lain.

ARM Cortex­M0
ARM Cortex­M0 adalah prosesor dari keluarga ARM Cortex prosesor embedded untuk menggantikan aplikasi mikrokontroler 8­/16­bit. Keunggulan ARM Cortex­M0 dibandingkan mikrokontroler 8­/16­bit terletak pada:
• Kemampuan komputasi yang lebih tinggi untuk frekuensi kerja yang sama
• Konsumsi daya yang lebih kecil atau sama
• Jumlah pin yang sedikit (kurang dari 50­pin, tidak memerlukan multi­layer PCB, luas PCB yang dibutuhkan kecil, tidak membutuhkan keahlian khusus untuk memasang prosesor di board), tidak seperti prosesor 32­bit lainnya (butuh setidaknya 100­pin, multi­layer PCB, dan mesin X­Ray / oven)
• Harga yang lebih murah atau sama
• Kompatibel dengan ARM Cortex­M lain (ARM Cortex­M3, ARM Cortex­M4). Aplikasi yang dikompile untuk ARM Cortex­M0 bisa dijalankan di ARM Cortex­M lainnya. Hal ini berguna untuk upgrade hardware, tanpa membuang software yang sudah dikerjakan.
Detil lebih lengkap mengenai perbandingan ARM Cortex­M0 dengan mikrokontroler 8­/16­bit lainnya dapat dilihat di:
http://ics.nxp.com/literature/presentations/microcontrollers/pdf/cortex.m0.lpc111x.overview.benchmar ks.pdf
http://ics.nxp.com/literature/presentations/microcontrollers/pdf/cortex.m0.code.density.pdf

ARM Cortex­M0 Peripheral
ARM Cortex­M0 mempunyai peripheral­peripheral yang terintegrasi dengan prosesor. Peripheral­peripheral tersebut merupakan bagian dari desain ARM Cortex­M0. Karena itu, peripheral­peripheral tersebut terdapat di semua mikroprosesor yang berbasis ARM Cortex­M0, walaupun dibuat oleh manufaktur yang berbeda. Selain itu, peripheral­peripheral yang terdapat di ARM Cortex­M0, juga terdapat di prosesor ARM Cortex­M yang lain (ARM Cortex­M1, ARM Cortex­M3, ARM Cortex­M4), sehingga semua prosesor di
keluarga ARM Cortex­M kompatibel satu sama lainnya. Peripheral­peripheral tersebut antara lain:

Nested Vectored Interrupt Controller (NVIC )
NVIC adalah peripheral yang mengatur interrupt ARM Cortex­M (ARM Cortex­M0, ARM Cortex­M1, ARM Cortex­M3, ARM Cortex­M4). NVIC mengatur prioritas interrupt, mengaktifkan / menon­aktifkan interrupt, menyimpan isi register­register ARM Cortex­M ke memori stack ketika prosesor memasuki interrupt handler, dan mengembalikan isi register­register ARM Cortex­M dari memori stack ketika prosesor keluar dari interrupt handler.

System Control Block (SCB)
SCB adalah peripheral yang digunakan untuk mengatur mode prosesor. SCB menyediakan berbagai info untuk program pengguna (seperti CPU ID, konfigurasi memori big­/little­ endian, nomor interrupt yang saat ini ditangani, dan sebagainya)

System Timer (SysTick)
Pada seri ARM klasik, prosesor­prosesor ARM tidak dilengkapi dengan Timer, sehingga tiap manufaktur melengkapi prosesor tersebut dengan peripheral Timer milik mereka sendiri. Akibatnya, terdapat isu kompatibilitas jika pengguna ingin berpindah dari prosesor ARM dari manufaktur yang satu ke manufaktur lainnya (Contoh: pengguna yang menggunakan peripheral Timer di ARM7TDMI buatan Atmel tidak bisa menggunakan ARM7TDMI buatan NXP tanpa mengubah kode program terlebih dulu, walaupun keduanya berbasis prosesor yang sama, karena Timer milik Atmel dan NXP berbeda).
Pada seri ARM Cortex­M (ARM Cortex­M0, ARM Cortex­M1, ARM Cortex­M3, ARM Cortex­M4), tiap prosesor dilengkapi dengan peripheral Timer, sehingga pengguna yang ingin memiliki kebebasan memilih manufaktur semikonduktor dapat berpindah ke manufaktur lain tanpa harus mengubah program mereka.
ARM Holdings sendiri menyarankan agar SysTick digunakan untuk Timer RTOS, sehingga RTOS tersebut (beserta aplikasinya) dapat dipindahkan dari prosesor satu ke prosesor lainnya (Contoh: dari ARM Cortex­M0 ke ARM Cortex­M3) ataupun dari manufaktur satu ke manufaktur lainnya (Contoh: dari STMicroelectronics ke NXP) tanpa perubahan apa pun di kode program.

Wake­up Interrupt Controller (WIC)
WIC adalah peripheral tambahan di ARM Cortex­M untuk mengaktifkan prosesor yang sedang dalam mode penghematan energi (sleep, deep sleep, dan sebagainya). WIC dibutuhkan untuk mengurangi konsumsi daya prosesor, karena mampu mengaktifkan prosesor tanpa menggunakan clock. WIC merupakan peripheral tambahan untuk membantu kerja NVIC.
Ketika prosesor dalam mode penghematan energi, WIC akan mendeteksi event yang digunakan untuk mengaktifkan prosesor. Ketika event tersebut terdeteksi, WIC akan mengaktifkan prosesor dan NVIC (keluar dari power saving mode), dan menyerahkan tugas ke NVIC untuk memproses interrupt tersebut (jika event tersebut berupa external interrupt).

Embedded Debug Core
Debug core di prosesor seri ARM Cortex­M memungkinkan user untuk men­debug program tanpa harus melepas prosesor dari PCB. Prosesor tanpa debug core (contoh Intel 8051) memerlukan emulator khusus untuk mendebug program (prosesor harus dilepas dari PCB, kemudian kabel­kabel dari emulator disolder ke PCB, di footprint prosesor).
Dengan debug core, pengembang aplikasi ARM Cortex­M cukup menghubungkan tiga pin (SWDIO, SWDCLK, dan GND) prosesor ARM Cortex­M ke JTAG eksternal (JTAG berguna untuk menjembatani program di PC dengan prosesor) tanpa harus melepas prosesor ARM Cortex­M dari PCB.

Periferal tambahan ARM Cortex-M

Kompatibilitas Set Instruksi ARM Cortex­M0
Set instruksi yang digunakan oleh ARM Cortex­M0 dinamakan set instruksi Thumb. Set instruksi ARM Cortex­M0 adalah subset dari set instruksi ARM Cortex­M yang lain, sehingga program yang dikompile untuk ARM Cortex­M0 kompatibel dengan prosesor ARM Cortex­M yang lain.

Kompatibilitas Set Instruksi ARM Cortex-M0

Selain itu, ARM Cortex­M0 juga kompatibel dengan set instruksi prosesor ARM dari seri klasik dan Cortex­A (ARM Cortex Application Processor).

Kesimpulan
Keserdehanaan, kompatibilitas, dan harga ARM Cortex­M0 membuat prosesor ini sebagai prosesor yang tepat untuk:
• Migrasi aplikasi dari prosesor 8­/16­bit ke 32­bit
• Prosesor entry level untuk aplikasi yang memerlukan kompatibilitas antara produk entry level sampai produk yang rumit, dengan satu arsitektur.

Daftar Pustaka
ARM Architecture. (n.d.). Retrieved Jan 30, 2011, from the Wikipedia:
http://en.wikipedia.org/wiki/ARM_architecture
Acorn Computers. (n.d.). Retrieved Jan 30, 2011, from the Wikipedia:
http://en.wikipedia.org/wiki/Acorn_Computers
ARM Holdings. (n. d.). Retrieved Jan 30, 2011, from http://www.arm.com/products/processors/index.php

Hak Cipta dan Lisensi

Hak cipta dan lisensi atas karya tulisan ini diatur berdasarkan perjanjian ‘Creative Common Attribution 3.0 Unported (CC BY 3.0)’ dan UU no 19/2002 tentang Hak Cipta.
Penulis karya tulis ini, Daniel Widyanto (daniel.widyanto@nxp.com), berhak atas nama penulis yang harus dicantumkan untuk tiap kopi karya tulis (cetak maupun elektronik) dan hasil adaptasi karya tulis (termasuk, tetapi tidak terbatas pada: presentasi power point, bahan kuliah, materi praktikum laboratorium, buku, artikel dan sebagainya).
Anda berhak untuk:
Berbagi — mengkopi, mendistribusikan, dan meneruskan karya tulis ini.
Mengubah — mengadaptasi karya tulis ini dengan syarat:
Pengakuan atas karya tulis – Anda harus menghormati karya tulis ini dengan cara yang ditetapkan oleh penulis atau pemegang hak cipta (tetapi tidak dengan cara yang menganjurkan bahwa penulis atau pemegang hak cipta mendukung Anda atau hasil kerja Anda)
dengan pengertian bahwa:
­* Pembatalan Persyaratan di atas dapat dibatalkan jika Anda mendapatkan persetujuan dari pemegang hak cipta
­* Domain umum Bilamana karya tulis atau bagian dari karya tulis merupakan domain umum dalam status hukum yang berlaku, status tersebut tidak terpengaruhi oleh lisensi ini
*­ Hak Lainnya Dalam segala cara, lisensi ini tidak mempengaruhi hak­hak berikut ini:
­ ** Hak untuk menggunakan karya tulis ini sesuai pasal 15 UU no 19/2002 tentang Hak Cipta
­ ** Hak moral penulis, sesuai pasal 24, 25, 26 UU no 19/2002 tentang Hak Cipta
­ ** Hak penulis lain yang terdapat dalam karya tulis ini maupun yang menggunakan
karya tulis ini, seperti publisitas ataupun hak privasi
Catatan: Untuk pengadaptasian ataupun pendistribusian karya tulis ini, Anda harus menjelaskan lisensi ini kepada pengguna hasil modifikasi atau distribusi karya ini.
Untuk informasi yang lebih jelas, silahkan merefer ke:
http://creativecommons.org/licenses/by/3.0/legalcode  untuk perjanjian hukum ‘Creative Common Attribution 3.0 Unported (CC BY 3.0)’ dan
http://www.dgip.go.id/ebhtml/hki/filecontent.php?fid=5011  untuk UU no 19/2002 tentang Hak Cipta

Catatan dari Kelas Mikrokontrol:
Artikel diatas ditampilkan utuh tanpa mengurangi atau menambahkan huruf lengkap beserta halaman Hak Cipta dan Lisensi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kelak dikemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s