Posted: Juli 5, 2011 in electronika, informasi IT

Pengertian tentang hybrid solar cell

Hybrid solar cell adalah suatu system dimana pengecasan pada accumulator tidak hanya tergantung dengan sumber daya dari solar cell saja. Pengecasan accumulator bisa di dapat dari tenaga angin, tenaga micro hydro air, genset atau dari pln sendiri.

Pada teknik dasar solar cell, modul surya yang disinari matahari menghasilkan listrik untuk mengecas accu. Kemudian accu yang sudah menyimpan listrik dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Jika keperluannya dc bisa langsung diaplikasikan namun jika ac harus melalui converting unit. Unit converting dari dc ke ac disebut inverter tersedia dalam berbagai pilihan dari 12, 24, atau 48 volt menjadi 220 volt ac

Di Indonesia solar cell ini terbentur oleh masalah klasik yaitu mahalnya unit solar cell karena pemerintah kita tidak mambantu lancarnya distribusi alat ini. Disamping jarangnya industri kita yang berminat dan mampu menggarap unit modul solar cell ini. Padahal sumber pasir silicone di Indonesia melimpah di negeri kita tercinta ini.

 

System hybrid, Sistim ini sangat mirip dengan automatic transfer switch dari genset. Atau mendekati Uniterupt power supply ( UPS ). jika kita terbentur mahalnya unit modul solar cell, maka team kami berusaha berinovasi. Mencari jalan keluar supaya dapat mengatasi mahalnya bea investasi. System hybrid yang kita gunakan terdiri dari unit solar cell , charger accu khusus dimana memiliki frequency yang lebih tinggi sehingga mempercepat proses pengisian accu. Kami menyediakan slot exspand untuk penambahan modul surya,micro hydro, dan accu sehingga dapat menambah kapasitas pemakaian daya atau menambah jam operasi.

Kompetibel

Dalam hal ini perangkat dapat menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan investasi. Jika konsumen memakai unit ini umpama 500 watt. Maka tentukan 500 watt selama berapa jam. Jika 8 jam maka 500 watt x 8 jam = 4000wh / 4kwh

4kwh : 12 volt dc = 333 ampere artinya user memerlukan daya accu sebesar 350 ampere 12 volt dc ( Dibulatkan )

Jika kemampuan user untuk membeli accu Cuma 100 ampere maka dapat running 500 watt selama 2.5 jam. Tapi tidak menutup kemungkinan jika user ingin menambah jam operasi, cukup hanya dengan menambah unit accu saja.

 

Bagaimana system ini dapat menghemat listrik pln

Jika dalam beban puncak pln jam 18.00 s/d jam 23.00 malam konsumsi listrik full, maka kualitas listrik pln mengalami penurunan baik itu cos q, ataupun voltage. Akibatnya user mengalami kerugian dengan harus membayar sejumlah bea dari daya terpasang namun daya yang didapat tidak sesuai dengan bea yang dibebankan. Jika daya pln 500 va = 375watt maka jika beban puncak user membayar daya 375 watt namun konsumsinya 281watt jika cos q adalah 0,75

Dengan hybrid, pada siang hari solar cell dan charger mengisi accu. pada beban puncak hybrid memutus total aliran listrik pln dan menggantikan dengan sumber listrik baterai yang sudah di convert jadi 220 volt ac.

Tidak mengesampingkan hukum kekekalan energi, maka charger didesain khusus sehingga proses pengisian relativ lebih singkat hanya 120watt selama 2 – 3 jam untuk mengisi full accu 200 ampere. Dengan demikian konsumsi besar pada beban puncak dapat digantikan atau dialihkan dengan hybrid system. Sedang pada siang hari konsumsi listrik pln sangat kecil. Dari hasil survey, 80 persen konsumsi listrik terjadi pada jam 17.30 s/d jam 23.00. Minimal jika kita mengaplikasikan lebih sempit bisa sebagai ups untuk menghidupkan satu rumah ( sesuai kapasitas daya ) Jika listrik Pln padam unit listrik dirumah tetap menyala, tanpa beli genset dan bebas beli bbm.

Demikan info dari kami, semua data didapat berdasar riset dan penelitian selama 4 tahun dan sudah terbukti keakuratannya

Cara kerja

Solar cell dan perangkat charger khusus sama sama mengecas accu dengan terlebih dahulu melewati perangkat auto controller. dimana alat ini mengatur arus jika sudah penuh mengisi accu alat ini akan memutus sumber listrik. Accu yang sudah penuh terisi arus listrik melewati perangkat auto switch dimana alat ini berfungsi baik secara otomatis dengan system timer atau manual tergantung kehendak user dapat mengubah tenaga accu menjadi supply tenaga listrik 220 volt.

 

System timer

Dengan posisi auto sesuai setting timer, tenaga listrik dari accu dapat diatur sesuai kehendak user. Contoh : jika user menghendaki pemakaian listrik pln dari jam 05.00 pagi sampai jam 18.00 dan jam 18.00 sampai 05.00 dengan tenaga baterai. maka control unit akan mengatur otomatis perpindahan listrik dari pln ke baterai tanpa pengawasan user.

 

Manual switch

Dengan posisi manual user dapat mengatuir penggunakan sumber listrik sekehendak hati kapanpun yang diinginkan.

Unit ini aman karena dilengkapi dengan proteksi unit sehingga jika terjadi arus lebih atau hubung singkat secara otomatis akan memutus arus listrik. Juga dapat secara continous berpindah sumber listrik sesuai setting timer walau pemilik tidak menempati rumah. Disamping itu dengan auto detec source unit, perangkat ini dapat membackup listrik jika pln padam secara otomatis ( Seperti automatic transfer switch genset atau ups)

Unit ini dapat bertahan 30 tahun jika penggunaan tidak melebihi kapasitas daya. Jika daya yang disuply control unit ini hanya 1000 watt maka max beban yang boleh digunakan adalah 1000 watt lebih baik dibawah itu untuk memperpanjang usia unit. Dengan terlebih dahulu mengukur jam operasi, user dapat menikmati penghematan listrik yang luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s