Death of ZEN Amplifier

Posted: Juli 5, 2011 in electronika

Death of zen amplifier di desain oleh Rod Elliot, amplifier ini adalah amplifier kelas A dengan desain yang sangat sederhana namun memiliki sound quality yg baik. Death of zen amplifier dirancang oleh Elliot sebagai tandingan dari zen amplifier yang terkenal hasil rancangan Nelson Pass. Berbeda dengan rancangan dari Zen amplifier yang menggunakan mosfet sebagai komponen aktif utama, death of zen menggunakan konsep anti mosfet amplifier seperti rancangan Elliot lainnya. Karena tidak menggunakan mosfet alias hanya menggunakan transistor bipolar, ketersediaan komponen untuk membuat amplifier ini sangat mudah didapatkan. Saya tidak akan banyak membahasa bagaimana konsep amplifier kelas A ini, karena artikel lengkap dapat anda lihat di http://sound.westhost.com/project36.htm . Disini saya coba paparkan Death of zen amplifier yang telah saya buat.

 

Hal utama dalam merakit amplifier ini ada pemilihan komponen:

 

1. Transistor

Disini saya menggunakan transistor 2N3055 Motorola hasil cabutan, terima kasih buat teman saya Sofian yang mencarikan transistor tersebut untuk proyek ini. Terlihat bahwa dimensi transistor 2N3055 ini agak berbeda dengan buatan Malaysia yang saat ini banyak dipasaran. Kaki-kaki dari transistor tersebut berwarna emas, dan lebih pipih. Untuk tipe transistor lainnya saya gunakan transistor baru yang pernah saya beli sebelumnya dan berkualitas baik.

Transistor 2N3055 (sebelah kiri Motorolla, kanan ST Malaysia)

 

2. Resistor

Resistor yang saya gunakan semuanya berbahan metal film dengan toleransi yang lebih kecil dan berdesah rendah. Untuk variabel resistor yang digunakan adalah tipe multiturn yang berkualitas baik.

 

3.Input/kopel Kapasitor

Input kapasitor dalam DOZ amplifier ini merupakan bagian cukup penting, dan menentukan bagi sound quality. Disini saya menggunakan kapasitor polyester cabutan dari alat elektronik bekas. Bagus tidaknya komponen tsb sudah saya ukur menggunakan multitester Digital yg memiliki fasilitas pengukuran kapasitor seperti Fluxe 12 atau Sanwa CD800E.

*Update mei 2009, saya mengganti input kapasitor dgn MKP merk Solen 1uF

 

4.Kapasitor Bank

Hal yang cukup krusial dari penguat kelas A adalah power supply, karena arus yang besar dan kontinyu akan terus disedot oleh amplifier tersebut. Semakin besar daya amplifier tersebut maka power supply yang dibutuhkan semakin mahal. Perbandingan daya output amplifier yang ideal untuk amplifier kelas A adalah 1:5 . Artinya untuk penguat 20WRMS, dibutuhkan power supply 100W. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan kapasitor bank yang besar dan trafo yang bermutu tinggi. Kapasitor bank untuk proyek ini adalah sekitar 40.000uF/50V dan lebih besar lagi lebih baik. Berhati-hatilah dalam memilih kapasitor karena banyak sekali kapasitor berkualitas buruk dijual disini. Bahkan yang lebih ekstreem adalah kapasitor hasil sablonan dimana tertulis kapasitas 10000uF akan tetapi kenyataannya cuma 2200uF. Mahalnya harga kapasitor power membuat si pemalsu mencari keuntungan dengan membuat kapasitor sablonan dengan merubah tulisan kapasitas atau mengganti merk dengan merk terkenal.

Saran saya belilah kapasitor yang bekas namun masih berkualitas baik. Untuk berburu kapasitor tersebut jika anda di Jakarta datang saja ke Jl.Kembang sepatu disitu biasa dijual kapasitor bekas dengan kualitas lebih baik dari pada kapasitor baru namun abal-abal. Atau bisa juga berburuke Jalan Poncol Senen yang menjual barang-barang elektonik bekas. Manfaatkan alat ukur untuk memeriksa kualitasnya. Jika anda punya dana lebih anda dapat membeli kapasitor baru dan berkualitas baik dipusat komponen. (jika anda seorang audiophile tentunya tdk masalah dgn hal tsb..hehehe)

 

5. Dioda Penyearah

Dioda penyearah dapat menggunakan dioda bridge 35A yang banyak dipasaran.

 

6.Power Transformer

Trafo yang saya gunakan dalam proyek ini adalah trafo bekas Sony Tape decoder dengan daya 180Wrms, yang saya beli dari teman seharga Rp70ribu. Trafo tersebut berkualitas jauh lebih baik dari pada trafo 5A yang banyak dipasaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s