Transistor lagi

Posted: Juli 11, 2011 in electronika

Salah satu komponen yang sangat penting dalam rangkaian elektronika adalah transistor. Komponen ini merupakan komponen aktif atau komponen semikonduktor.
Transistor biasanya digunakan sebagai penguat, sirkuit, stabilisasi tegangan, modulasi sinyal, penguat fekuensi radio, dan sebagainya. Selain itu transistor digunakan sebagai saklar (switching) berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memory, serta fungsi lainnya. Berbagai macam dan bentuk transistor dibuat yang disesuaikan dengan spesifikasi dan penggunaannya.

Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal yang terdiri dari Colector, Basis dan Emitor. Sambungan 3 terminal tersebut pada dasarnya adalah sambungan bahan P (positif) dan bahan N (Negatif) seperti halnya dioda. Pembedanya adalah bahan di tengah (Basis) berbeda dari dari bahan Emitor maupun Colector.


Dilihat dari model sambungan semikonduktornya, maka transistor dibagi menjadi 2 yaitu sambungan NPN dan PNP. NPN artinya pada Colector terpasang bahan yang bermuatan Negatif, Basis bermuatan positif dan Emitor bermuatan negatif. Tentang pengotoran bahan P dan N silakan membaca sendiri pada artikel lain ya. Kalau saya yang menjelaskan pasti pusing semua.

Pada dasarnya, transistor memiliki fungsi yang sederhana yaitu mengatur dan menguatkan aliran arus listrik. Perhatikan gambar berikut.

Aliran arus dimulai dari pintu Basis. Arus Basis dinamakan ib, arus ib inilah yang memegang peranan penting dalam kinerja transistor. Ketika ib mengalirkan 1 butir elektron maka arus pada colector akan mengalir sebanyak penguatan transistor tersebut. Sebagai contoh, jika pada sebuah transistor tertulis penguatan (β) = 100, ketika pada basis diberikan arus sebesar 1 mA maka colector akan mengalirkan arus sebesar 100x dari arus basis yaitu 100mA, dengan demikian arus yang keluar dari emitor sebesar 101 mA.


Dengan mengatur arus basis maka kita bisa memanfaatkan transistor ini sebagai penguat dalam berbagai hal. Pada gambar berikut saya menyertakan tegangan dan resistor. Sebenarnya konsepnya sama saja yaitu mengalirkan arus. Tegangan input pada basis bisa masuk ke dalam transistor karena terdapat resistor sebagai perantaranya (ingat, ada tegangan dan ada hambatan yang terhubung, otomatis akan ada arus yang mengalir). Tegangan Vi terhubung dengan basis melalui resistor Rb, sehingga arus ib dapat diketahui dengan menghitung Vi/Rb.
Arus ic dapat dihitung dengan rumus penguatan transistor yaitu ic = β . ib
Karena terdapat 2 resistor dalam perjalanan iic maka tegangan Vio merupakan hasil pembagi tegangan antara Ric dan Rie. Tegangan Vio biasanya disebut juga dengan Vice. Tegangan inilah yang akan diambil oleh perancang bidang elektronika sebagai hasil penguatan transistor.
Yang pasti tegangan Vio akan berlipat sehingga bisa dimanfaatkan berbagai keperluan penguatan dalam rangkaian elektronika.
Tapi, ada tapinya, arus ic tidak selalu menuruti penguatan dari arus yang diberikan basis ib. Ada yang dinamakan ic saturasi dimana pada kondisi tersebut arus ic sudah mencapai titik tertinggi dari kinerja transistor sehingga pertambahan arus ib tidak akan menaikkan arus ic lebih tinggi lagi. seperti pada gambar berikut.

Sebagai perancang elektronika pasti tahu lah agar merancang rangkaian sesuai pada area kerja transistor tersebut sehingga transistor dapat berfungsi secara optimal.
Monggo silakan bereksperimen dengan transistor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s