Archive for the ‘pengetahuan umum’ Category

Jadwal Puasa 1432 H/2011 Dan Jadwal ImsakiyahJadwal Puasa 1432 Hijriyah dan Jadwal Imsakiyah ramadhan 2011 dilansir sudah. Beberpa lembaga keagamaan sudah memberikan dn menyebarkan jadwal imsakiyah 1432 H ini ke khalayak umum. Adanya jadwal puasa ramadhan memang merupakan hal yg penting, krena dgn adanya jadwal puasa terbaru 1432 H ini kita bisa mengetahui kapan waktunya imsak dan kapan waktunya sholat, terutama hal yg paling ditunggu yaitu adzan magrib alias waktu berbuka puasa. Jadwal imsakiyahini meliputi beberapa kota di indonesia seperti jakarta, surabaya, medan, bandung, bogor, lamongan, tulungagung, pacitan, pontianak, sorong, sumenep, dll yg disajikan secara lengkap. bisa download disini

atau bisa download disini

gambar tampilan screen shot jadwal imsakiyah

dan untuk kota lain bisa kunjungi http://www.pkpu.or.id/imsyak/

Iklan

Fitur Penjelajahan Dasar Samudera Google Earth

Fitur Ocean Google EarthFitur Ocean Google Earth

Pada fitur ini, Google Earth menyediakan tujuh tema penjelajahan dasar samudera.  Pengunjung Google Earth akan dimanjakan dengan tur yang dilengkapi narasi oseanografer ternama National Geographic yaitu  Sylvia Earle. Selain itu pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai koleksi video tentang keunikan kehidupan binatang laut, seperti paus bongkok dan gurita. Berbagai foto dan video kehidupan bawah laut itu disumbangkan para fotografer, naturalis, lembaga pemerintah dan non-pemerintah.  Google Earth juga menjediakan penjelajahan penelitian dasar laut dari Monterey Bay Aquarium Research Institute. Dimana Google Earth menyediakan peta kapal-kapal yang karam di berbagai belahan dunia, tempat-tempat penyelaman yang menarik, tempat berselancar, serta gunung-gunung bawah laut.

Fitur Foto Sejarah Google Earth

Fitur World War II Google EarthFitur World War II Google Earth

Fitur gambar bersejarah itu memberi orang perspektif unik tentang kejadian-kejadian masa lalu dengan memakai teknologi pemetaan terkini. fitur peta interaktif dunia maya ini juga membantu pengunjung yang tertarik dengan sejarah Perang Dunia II dengan beragam foto pengeboman kota-kota Eropa. Pengguna dapat semakin memahami sejarah Eropa dengan “cara baru” dan belajar lebih banyak tentang dampak perang terhadap pembangunan kota-kota di Eropa.  Termasuk dalam layanan baru Google Earth ini adalah foto-foto tentang 35 kota Eropa yang diambil tahun 1943 serta kondisi kota Warsawa yang didera perang tahun 1935 dan 1945. Para pengguna Google Earth juga dapat langsung melihat perbandingan kondisi kota saat perang dengan kondisinya saat ini. Foto-foto itu mengingatkan orang pada dampak dahsyat perang terhadap penduduk kota dan kemampuan hebat manusia membangun kembali lingkungan perkotaannya yang hancur.

 

Mesin cuci sudah menjadi kebutuhan sehari-hari di rumah tangga. Cara kerja mesin cuci ini sangat sederhana dan mudah dipahami.
Mesin cuci digerakan oleh motor listrik satu fasa. Motor ini dapat bergerak dua arah untuk mengucek pakaian saat di cuci. Motor dihubungkan ke bak cuci atau agitator dengan belt dan roda pemutar (pully).
Mesin cuci ada yang pengisiannya dari depan, biasanya mesin cuci ini proses pencucian pakaian sudah otomatis mulai dari tahap pencucian sampai pengeringan. Yang kedua mesin cuci yang pengisiannya dari atas, ada yang otomatis ada juga yang tidak. Tapi pada prinsipnya cara kerja mesin cuci baik yang manual maupun otomatis hampir sama.
Cara kerja mesin cuci otomatis
Pertama pakaian kotor dimasukan kedalam drum atau bak mesin cuci. Kontrol (alat elektronik yang mengatur semua pergerakan mesin cuci) akan mendeteksi berapa berat dari pakaian (dengan mengetahui berapa beban motor), setelah berat pakaian diketahui kontrol akan mengatur level air, waktu cuci, waktu bilas, waktu pengeringan, dan membuka katup air masuk (water inlet valve). Setelah level air tercapai katup air masuk akan ditutup dan agitator mulai berputar untuk menciptakan putaran air.
Bila kontrol telah mendeteksi waktu cuci habis, motor akan berhenti memutar agitator dan katup buang pun dibuka sehingga air hasil pencucian dibuang keluar. Setelah air buangan di buang, drum tempat pakaian akan berputar untuk membuang sisa-sisa air yang ada di dalam pakain.
Setelah itu katup bilas ditutup dan katup air masuk dibuka air pun masuk ke drum mesin cuci, bila level sudah sampai katup air masuk pun ditutup dan mesin cuci pun mulai membilas. Jika waktu bilas sudah habis, maka kontrol akan membuka katup buang dan air bilasan pun keluar. Setelah itu proses pengeringan pun dilakukan dengan jalan memutar drum mesin cuci. Jika waktu pengeringan sudah habis maka mesin cuci pun berhenti secara otomatis dan proses pencucian telah selesai.
Berikut ini adalah komponen-komponen mesin cuci dan kegunaanya.
  1. Leveling feet berfungsi untuk mengatur kedataran mesin cuci agar saat mesin cuci beroperasi tidak terjadi getaran atau vibrasi.
  2. Motor berfungsi untuk memutar agitator yang akan mencuci pakaian
  3. Agitator merupakan bilah yang dapat bergerak memutar bolak balik, berfungsi untuk menciptakan pusaran air 9untuk mengucek pakaian)
  4. Drum merupakan tempat pakain kotor yang akan dicuci
  5. Lid switch berfungsi untuk mengontrol apakah tutup (lid) dalam keadaan terbuka atau tertutup. Bila tutup mesin cuci terbuka maka mesin cuci tidak bisa beroperasi, switch ini berfungsi sebagai pengaman
  6. Control dan Monitor merupakan otak dari mesin cuci. Pada mesin cuci otomatis alat ini dapat mengatur waktu pencucian, waktu bilas, level air, dan waktu pengeringan. Dengan alat ini mesin cuci akan bekerja otomatis mulai dari pakaian kotor masuk sampai kering.
  7. Water inlet valve berfungsi mengatur air yang masuk ke mesin cuci berdasarkan perintah alat kontrol
  8. Drain Hose merupakan saluran buang dari air hasil pencucian

Sticker pada umumnya dibuat dari vinyl atau kertas, kalo untuk merk-nya sih banyak, bisa dicari di toko-toko kertas. Bahan sticker pada umumnya terdiri dari dua lapis yaitu lapisan atas sebagai media untuk gambar dan lapisan bawah sebagai pelindung bahan perekatnya. Lapisan bawah ini harus kita kupas ketika kita akan menempelkan sticker ke media yang kita inginkan. Bahan sticker secara visual dibedakan menjadi dua yaitu sticker bening (transparant) dan tidak transparant (istilahnya kalo tidak salah opaque).

cutting sticker

Untuk sticker bening digunakan dengan tujuan agar sticker tersebut tidak menutupi semua permukaan benda yang ditempelin misal botol, dengan sticker bening maka yang terlihat adalah tulisannya saja sedang ruang-ruang antar tulisan atau gambar akan tembus ke dalam isi botol.

Pembuatan cutting sticker dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari disablon, di cetak offset atau dicetak dengan digital (cetak digital). Semua metode punya kelemahan dan kelebihan tergantung tujuan dari pemakaian sticker itu sendiri pastinya. Cetak sablon biasanya digunakan apabila kita akan mencetak sticker dengan warna-warna solid, cetak offset digunakan apabila kita ingin membuat sticker full color atau sparasi dengan jumlah banyak, sedangkan cetak digital digunakan apabila kita ingin mencetak sticker dengan berbagai design dalam jumlah terbatas.

Dari semua teknik tersebut cetak digital yang paling mudah, anda tinggal mendesign sticker di corel, adobe atau ilustrator kemudian tinggal cetak menggunakan printer (baik dekstop ataupun plotter). Sedangkan untuk sablon dan offset anda harus membuat film kemudian screen atau plate baru yang tentunya akan sangat ribet bagi anda yang tidak menguasainya.

Akan tetapi perlu anda ketahui bahwa ada beberapa jenis sticker yang tidak bisa dikerjakan oleh cetak digital / digital printing, misal sticker hologram (yang resmi tentunya bukan hologram2-an lo), sticker dengan tinta glitter atau tinta nyala dalam gelap (kalo untuk hal seperti ini anda bisa menggunakan teknik sablon atau cutting). Wah iya sampai lupa nih, ada satu teknik lagi membuat sticker yaitu dengan cara cutting/potong, disini kita menggunakan bahan vinyl berwarna kemudian kita cutting bahan tersebut (untuk design komplek disarankan memakai mesin cuting daripada tangan anda capek) kemudian dibuang bagian yang tidak dipakai sehingga akan tersisa bagain yang menunjukkan design anda. Bahan cutting sticker ini banyak sekali jenisnya seperti 3M, Kiwalite, Oracal, Ritrama, dll. Bahan-bahan tersebut memiliki warna-warna yang dapat anda pilih sesuai kebutuhan.

balloon.jpg

Ikhlash Kunci Sukses dalam Bergaul

Bergaul dengan orang lain hendaknya didasari dengan keinginan dan niat yang benar. Kecintaan dan kebencian terhadap mereka; Melakukan sesuatu atau membiarkannya; Dan berbuat sesuatu atau tidak, jika dilakukan karena Allah subhanahu wata’ala dan di atas keyakinan menjalankan perintah Allah subhanahu wata’ala, maka kita akan memperoleh kebahagiaan ketika bergaul dengan siapa saja.

Berkaitan dengan ini Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah menyebutkan dengan ungapan yang indah “Kebahagiaan dalam bergaul dengan orang akan diraih jika engkau bergaul dengan mereka karena Allah, engkau mengharapkan ridha Allah dan tidak mengharapkan ridha mereka, engkau takut kepada Allah dan tidak takut kepada mereka, engkau berbuat baik kepada mereka karena mengharap pahala dari Allah dan tidak balasan dari mereka, engkau tidak menzhalimi mereka karena takut kepada Allah dan tidak takut kepada mereka. Sebagaimana disebutkan juga di dalam sebuah atsar, “Berharaplah pahala kepada Allah dalam urusan manusia, dan jangan berharap balasan kepada manusia dalam urusan Allah. Takutlah pada Allah dalam urusan manusia dan jangan takut kepada manusia dalam urusan Allah.”

Maksudnya adalah,”Janganlah engkau melakukan suatu bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah subhanahu wata’ala karena mereka, menginginkan pujian mereka, dan karena takut kepada mereka, namun berharaplah balasan dari Allah. Dan janganlah takut kepada manusia dalam urusan Allah, baik dalam hal yang engkau kerjakan atau yang engkau tinggalkan. Bahkan kerjakan apa saja yang telah diperintah kan kepadamu meskipun mereka membencinya.”

Ketika Bertemu dengan Orang

Seseorang akan sering bertemu dengan orang lain, baik di masjid, di jalan, di tempat kerja, di rumah atau tempat-tempat lainnya. Bagaimana seharusnya sikap dia manakala berjumpa dengan seseorang? Para Salaf telah memberikan suri teladan yang sangat agung berkenaan dengan hal ini.

Abdur Rahman bin Mahdi berkata, “Disebutkan bahwa jika seseorang bertemu dengan orang lain yang lebih tinggi ilmunya, maka itu adalah hari ghanimah baginya (untuk mengambil ilmunya, red), dan jika bertemu dengan orang yang semisal (setingkat), maka ia belajar bersama dan belajar juga darinya, jika bertemu dengan yang di bawahnya, maka ia bersikap tawadhu’ (rendah hati) dan mengajarinya. (Lihat, Siyar A’lam an-Nubala’ 9/203)


Menyikapi Orang yang Keliru dalam Mencari Kebenaran.

Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya;

(Mereka berdo’a), “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (QS. 2:286)

Syaikhul Islam berkata, “Tidak diragukan lagi bahwa orang yang mencari kebenaran yang bersumber dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian dia salah dalam sebagiannya, maka Allah subhanahu wata’ala akan mengampuni kesalahannya, sebagai realisasi dari do’a yang dikabulkan oleh Allah subhanahu wata’ala untuk Nabi-Nya dan orang-orang mukmin, ketika mereka mengatakan, artinya, “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah.” (QS. 2:286) (Lihat, Dar’u Ta’arudl Bainal Aqli wan Naqli, 2/103)

Maka apabila ada seseorang yang telah berijtihad untuk mencari kebenaran yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian dia salah dalam ijtihadnya, maka dia diampuni berdasarkan ayat tersebut di atas. Demikian juga jika seorang alim telah mengerahkan kemampuannya untuk mencari kebenaran yang bersumber dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian dia salah dalam sebagian masalah i’tiqad (keyakinan), maka dia tidak divonis dengan bid’ah dan tidak dihajr (dikucilkan/ditinggalkan) disebabkan kesalahannya. Meskipun ucapan atau pendapatnya adalah ucapan yang bid’ah, namun itu tidak mengharuskan dia divonis mubtadi’ (ahli bid’ah). Sebagaimana terhadap ucapan kufur, tidak mengharuskan pengucapnya divonis kafir, maka demikian juga tidak mengharuskan divonis sebagai pelaku bid’ah bagi orang yang mengucapkan perkataan bid’ah, kecuali jika syarat-syarat telah terpenuhi dan tidak ada lagi faktor penghalang jatuhnya vonis tersebut. (Lihat al-Fatawa 28/233-234)

Oleh karena itu seorang ulama yang sudah dikenal kebaikannya dan kesungguhannya di dalam mencari kebenaran, kemudian dia keliru dalam satu masalah tertentu dan terjerumus dalam satu kebid’ahan, maka tidak boleh kita katakan sebagai pelaku bid’ah. Kita jelaskan bahwa beliau salah dalam hal tersebut, atau dalam masalah itu dia mencocoki firqah fulaniyah (kelompok tertentu), namun dia bukan golongan mereka dan juga tidak memegang keyakinan mereka .

Namun demikian, meskipun dia dimaafkan, karena telah berusaha maksimal mencari yang benar, kita tetap mengatakan bahwa pendapatnya adalah keliru atau bid’ah, lalu kita harus meninggalkan pendapat tersebut dan mengambil pendapat para ulama lainnya yang lebih selamat. Berbeda halnya dengan orang yang mengambil agamanya dari selain Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka orang tersebut adalah seorang mubtadi’ (pelaku bid’ah) dalam pengambilan sumber, dalam ucapan dan i’tiqad (kayakinan).

Imam Adz-Dzahabi mengatakan, “Kami mencintai sunnah dan ahlinya, kami mencintai orang alim dalam hal yang mengikuti sunnah dan perkara-perkara yang terpuji. Dan kami tidak mencintai segala sesuatu yang diada-adakan berdasarkan ta’wil yang salah, dan penilaian adalah dengan banyaknya kebaikan.” (Lihat, Siyar a’lam an Nubala’ 20/46)

Menggunjing Orang Lain adalah Penyakit dan Menyebut Allah adalah Obat

Ibnu Aun berkata, “Menyebut aib orang lain adalah penyakit, sedangkan menyebut Allah subhanahu wata’ala adalah obat.”

Imam Adz-Dzahabi memberikan komentar, “Benarlah demi Allah, namun sungguh mengherankan karena kebodohan kita, mangapa di antara kita meninggalkan obat dan lebih asyik dengan penyakit? Padahal Allah subhanahu wata’ala telah befirman, artinya,

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 152)

Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaan nya dari ibadat-ibadat yang lain).” (QS. 29:45)

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.” (QS. 13:28) (Siyar a’lam an-Nubala’6/369)

Dan juga amat banyak ayat-ayat yang memerintahkan kita agar menjaga lisan serta peringatan agar tidak mengumbarnya dengan bebas tanpa kendali. Di antaranya adalah firman Allah subhanahu wata’ala, artinya,
“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. 50:18)

Dan firman Allah subhanahu wata’ala yang lain, artinya,
“Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya.” (QS. 18:49)

Maka orang yang berakal akan selalu memerangi nafsunya, dan selalu memikirkan ayat-ayat dan hadits tentang penjagaan lisan dari kesia-siaan, senantiasa mengutamakan dzikir sehingga dia akan terus disibukkan dengan sesuatu yang mendatangkan kebaikan di dunia dan di akhirat.


Memberikan Penghargaan kepada yang Berhak Mendapatkannya

Pilar ini tidak jauh dengan pilar keadilan dan obyektif ketika menyebut kan orang lain, akan tetapi yang dimaksudkan di sini adalah terbatas pada hal hal yang menjadi kekhususan dia dari orang selainnya. Karena di antara orang ada yang menonjol dalam ilmunya, ada pula dalam jihadnya, dalam dakwah dan selainnya.

Di antara contohnya adalah, Ubay bin Ka’ab adalah seorang ahli dalam al-Qur’an, ahli dalam tafsir yaitu Ibnu Abbas, ahli memutuskan perkara adalah Ali bin Abi Thalib, orang kepercayaan adalah Abu Ubaidah, ahli penunggang kuda adalah Khalid bin Walid ridhwanullah ‘alaihim, ahli dalam ilmu fiqih adalah Imam Malik, ahli dalam ilmu hadits adalah Ahmad bin Hanbal, ahli ibadah adalah Al-Fudail bin Iyadh, ahli Nahwu adalah Sibawaih rahimahumullah, dan lain sebagainya. Wallahu a’lam.


Sumber: “Manhaj Ahlus Sunnah fin-Naqdi wal Hukmi ‘alal Akharin”, Hisyam bin Ismail ash-Shiini, hal 67-74 dengan meringkas. (Ibnu Djawari)

Nama Nama Bayi Islami

Posted: Juni 29, 2011 in pengetahuan umum

Salam. Memberikan nama yang baik adalah salah satu kewajiban orangtua kepada anaknya. Berikut ini adalah nama-nama berbahasa Arab, sebagiannya terdapat dalam tradisi umat Islam dan kitab Al-Quran. Semoga Tuhan memberkati keluarga anda.

Arabic (Islamic) Boys Names
‘Aakif = Beriktikaf
‘Aali = Tinggi
‘Aamir = Memakmurkan
‘Ashim = Menjauhi maksiat
‘Aathif = Belas kasih
‘Aatik = Pemurah, Yang murni
Abadi = Yang Kekal
Aban = Lebih terang, lebih nyata, bersih
‘Abbad = Tekun beribadah
Abbas = Nama paman Nabi, nama sahabat Nabi Muhammad SAW
Abbasy = Rajin berusaha
‘Abduh = Hamba-Nya, julukan dari Nabi Muhammad SAW
Abdul Alim = Hamba Allah Yang Mengetahui
Abdul Azim = Hamba Allah Yang Agung
Abdul Aziz = Hamba Allah Yang Mulia
Abdul Bari = Hamba Allah Yang Banyak Kebaikan
Abdul Basit = Hamba Allah Yang Melimpah Nikmat
Abdul Baqi = Hamba Allah Yang Kekal
Abdul Dayyan = Hamba Allah Yang Membalas
Abdul Jabbar = Hamba Allah Yang Tegas
Abdul Jalil = Hamba Allah Yang Mulia
Abdul Jawad = Hamba Allah Yang Pemurah
Abdul Fattah = Hamba Allah Yang Membuka
Abdul Ghafur = Hamba Allah Yang Membuka (lebih…)