Archive for the ‘profesi’ Category

Sticker pada umumnya dibuat dari vinyl atau kertas, kalo untuk merk-nya sih banyak, bisa dicari di toko-toko kertas. Bahan sticker pada umumnya terdiri dari dua lapis yaitu lapisan atas sebagai media untuk gambar dan lapisan bawah sebagai pelindung bahan perekatnya. Lapisan bawah ini harus kita kupas ketika kita akan menempelkan sticker ke media yang kita inginkan. Bahan sticker secara visual dibedakan menjadi dua yaitu sticker bening (transparant) dan tidak transparant (istilahnya kalo tidak salah opaque).

cutting sticker

Untuk sticker bening digunakan dengan tujuan agar sticker tersebut tidak menutupi semua permukaan benda yang ditempelin misal botol, dengan sticker bening maka yang terlihat adalah tulisannya saja sedang ruang-ruang antar tulisan atau gambar akan tembus ke dalam isi botol.

Pembuatan cutting sticker dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari disablon, di cetak offset atau dicetak dengan digital (cetak digital). Semua metode punya kelemahan dan kelebihan tergantung tujuan dari pemakaian sticker itu sendiri pastinya. Cetak sablon biasanya digunakan apabila kita akan mencetak sticker dengan warna-warna solid, cetak offset digunakan apabila kita ingin membuat sticker full color atau sparasi dengan jumlah banyak, sedangkan cetak digital digunakan apabila kita ingin mencetak sticker dengan berbagai design dalam jumlah terbatas.

Dari semua teknik tersebut cetak digital yang paling mudah, anda tinggal mendesign sticker di corel, adobe atau ilustrator kemudian tinggal cetak menggunakan printer (baik dekstop ataupun plotter). Sedangkan untuk sablon dan offset anda harus membuat film kemudian screen atau plate baru yang tentunya akan sangat ribet bagi anda yang tidak menguasainya.

Akan tetapi perlu anda ketahui bahwa ada beberapa jenis sticker yang tidak bisa dikerjakan oleh cetak digital / digital printing, misal sticker hologram (yang resmi tentunya bukan hologram2-an lo), sticker dengan tinta glitter atau tinta nyala dalam gelap (kalo untuk hal seperti ini anda bisa menggunakan teknik sablon atau cutting). Wah iya sampai lupa nih, ada satu teknik lagi membuat sticker yaitu dengan cara cutting/potong, disini kita menggunakan bahan vinyl berwarna kemudian kita cutting bahan tersebut (untuk design komplek disarankan memakai mesin cuting daripada tangan anda capek) kemudian dibuang bagian yang tidak dipakai sehingga akan tersisa bagain yang menunjukkan design anda. Bahan cutting sticker ini banyak sekali jenisnya seperti 3M, Kiwalite, Oracal, Ritrama, dll. Bahan-bahan tersebut memiliki warna-warna yang dapat anda pilih sesuai kebutuhan.

Iklan

Sablon

Posted: Juli 5, 2011 in pengembangan diri, profesi

Tak disangka kita sudah  melangkah ke bag – 4 dari bagian sablon. dan semakin dekat IG Computer membuka layanan Sablon (pembuatan berbagai jenis baju dan kaos, juga jaket). mohon do’anya. Sekarang kita melangkah dalam persiapan sablon ….  yup ….. chek it out

PERSIAPAN SABLON

A.      Pembuatan klise (Film)

Klise atau film adalah lembaran yang digunakan sebagai bahan acuan cetak. klise digunakan sebagai model untuk menyablon benda yang menjadi sasaran cetak. model atau gambar akan tersablon sesuai dengan model asli klise

 

  • Bahan klise : bahan yang harus bersifat tembus cahaya
  • Membuat klise
  1. Manual , bisa menggunakan  (1) Kertas hvs : berikan minyak kelapa, lalu dikeringkan (2) Kertas kalkir : tidak perlu lagi diberi minyak, karena sudah bersifat transparan
  2. Langsung : menggambar model langsung pada layar screen, yang kemudian dilapisi larutan afdruk (emang kurang praktis, jika tidak hati-hati bisa membuat screen cepat rusak)
  3. Setting komputer : diprogram langsung dengan program komputer kemudian dicetak dengan printer (yang laser lebih diutamakan)
  4. Fotografi : ini teknik terbaik yang biasanya digunakan oleh industri periklanan/ industri bidang grafika. hasilnya harus berbentuk film positif, yang danantinya akan di afdrk sebagai klise pada screen

B.      Mengafdruk Film (Exposing)

yaitu proses memundahkan gambar model ke screen dengan menggunakan cahaya UV (ultraviolet). dan bahan afdruk terdiri dari campuran emulsi dan sentitizer (obat afdruk)

a.       Menggunakan larutan afdruk

  1. Pelapisan (coating) : pembuatan larutan afdruk
  2. Pengeringan awal (stat drying) : screen dikeringkan dengan menggunakan alat bantu, agar memperkuat persenyawaan obat afdruk dengan kain screen (Ingat tidak boleh kontak langsung dengan cahaya : bisa menyebabkan kegagalan). jika sudah kering, lalu boleh lakukan penyinaran secukupnya
  3. Penyinaran (Exposing) : untuk memindahkan gambar model ke screen dengan bantuan cahaya.  jaga agar screen tidak terkena cahaya luar secara langsung
  4. Pengembangan (Developing) : untuk memperjelas hasil gambar afdruk yang terletak paa layar screen. Di cuci menggunakan air mengalir untuk menghentikan reaksi kimia, jika tidak dicuci maka akan mengeras layar screenya.  Kemudian semprot lagi dengan handsprayer untuk memberishkan lapisan afdruk yang seharusnya luruh, lakukan hingga klise pada screen betul-betul nampak jelas dan bersih dari sisa lapisan afdruk
  5. Tusir (Corecting) : pengkoreksian secara keseluruhan jika diperlukan, dengan menggunakan larutan afdruk pada klise terdapat dareah yang seharusnya tidak tembus cahaya
  6. Pengeringaan Akhir (finish Drying) : lakukan seperti pengeringan awal, boleh langsung di bawah sinar matahari, lakukan sampai benar-benar kering

b. mengafdruk dengan menggunakan lembaran afdruk

yaitu melakukan proses exposing dengan mengunakan bahan afdruk berupa lembaran dengan ketebalan tertentu yang telah dilapisi bahan peka cahaya. Semakin tebal lembaran afdruk yang digunakan , semakin tebal pula tinta sablon yang akan tercetak